Jumat, 21 Februari 2014

✔ Cara Mengubah ScrollBar Di Blog


Selamat Pagi Sobat Blogger. Pada Pagi ini Saya Akan Share Cara Mengubah ScrollBar Di Blog. ScrollBar Adalah Sebuah Kotak Yang Bisa Digeser Kebawah Atau Kekanan Untuk melihat Isi Yang Tersembunyi. Langsung Saja Tutornya :





EeeEEee.....Sebelumnya Liat Demonya Dlu Disini

1. Buka Blogger .Kemudian pilih Blog Yang Mau Diganti ScrollBarnya
2. Klik Template
3. Klik Edit HTML
4. Cari Kode
]]></b:skin>
5. Copy Kode Dibawah Ini Lalu Paste Tepat Diatas Kode ]]></b:skin>

::-webkit-scrollbar{width:6px;background:#444}
::-webkit-scrollbar-thumb{background-color:#222;border-radius:3px}
Keterangan :
Width : Lebar Scroll Dapat Diganti Sesuai keinginan Anda
6. Simpan Dan Lihat Hasilnya


Okay.. Itulah Artikel Tentang Cara Mengubah ScrollBar di Blog. Maaf Apabila Ada Kesalahan Kata Dan Selamat Mencoba.

Kamis, 20 Februari 2014

✔ Download Template Windows 8 Keren By Harris Munahar

Kali ini Saya akan Membagikan Template ciptaan saya sendiri ga kalah kerennya dengan ciptaan Orang lain. Saya membagian Template Windows 8 Harris yang sekarang saya pake. Template ini sangat keren mirip windows 8 dengan postingan yang horizontal. Saya bagikan secara gratis tis.

Silahkan Lihat screenshotnya Di bawah ini



#By : Harris Munahar

✔ Biografi Biodata dan Profil Pangeran Diponegoro


Biografi Biodata dan Profil . Blog tempatnya mengenal Tokoh dan Orang terkenal Di dunia. untuk menambah Ilmu pengetahuan kita juga memotivasi diri untuk mengambil sisi Positive dari seorang pangeran diponegoro biografi Tokoh dunia

Pastinya Kita sudah tidak asing lagi dengan Pahlawan yang satu ini Pangeran Diponegoro (lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) Makamnya berada di Makassar. 

Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo.

NAHHH berikut adalah sepenggal kisah Hidup sang pangeran Diponegoro

Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengkubuwana III, untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Diponegoro mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.

Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalian seperti itu tidak disetujui Diponegoro.

Untuk riwayat perjuangan Diponegoro silahkan disimak semoga menjadi Inspirasi baru buat anda sekalian belajar sejarah tentang pahlawan diponegoro

Riwayat perjuangan Pangeran Diponegoro
Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.

Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden. Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830. 

Penangkapan dan pengasingan
16 Februari 1830 Pangeran Diponegoro dan Kolonel Cleerens bertemu di Remo Kamal, Bagelen (sekarang masuk wilayah Purworejo). Cleerens mengusulkan agar Kanjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock dari Batavia.

28 Maret 1830 Diponegoro menemui Jenderal de Kock di Magelang. De Kock memaksa mengadakan perundingan dan mendesak Diponegoro agar menghentikan perang. Permintaan itu ditolak Diponegoro. Tetapi Belanda telah menyiapkan penyergapan dengan teliti. Hari itu juga Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Ungaran, kemudian dibawa ke Gedung Karesidenan Semarang, dan langsung ke Batavia menggunakan kapal Pollux pada 5 April.

11 April 1830 sampai di Batavia dan ditawan di Stadhuis (sekarang gedung Museum Fatahillah). Sambil menunggu keputusan penyelesaian dari Gubernur Jenderal Van den Bosch. 30 April 1830 keputusan pun keluar. Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Retnaningsih, Tumenggung Diposono dan istri, serta para pengikut lainnya seperti Mertoleksono, Banteng Wereng, dan Nyai Sotaruno akan dibuang ke Manado. tanggal 3 Mei 1830 Diponegoro dan rombongan diberangkatkan dengan kapal Pollux ke Manado dan ditawan di benteng Amsterdam.

1834 dipindahkan ke benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan. pada tanggal 8 Januari 1855 Diponegoro wafat dan dimakamkan di kampung Jawa Makassar. Dalam perjuangannya, Pangeran Diponegoro dibantu oleh puteranya bernama Bagus Singlon atau Ki Sodewo. Ki Sodewo melakukan peperangan di wilayah Kulon Progo dan Bagelen.


Bagus Singlon atau Ki Sodewo adalah Putera Pangeran Diponegoro dengan Raden Ayu Citrowati Puteri Bupati Madiun Raden Ronggo. Raden Ayu Citrowati adalah saudara satu ayah lain ibu dengan Sentot Prawiro Dirjo. Nama Raden Mas Singlon atau Bagus Singlon atau Ki Sodewo snediri telah masuk dalam daftar silsilah yang dikeluarkan oleh Tepas Darah Dalem Keraton Yogyakarta.

Perjuangan Ki Sodewo untuk mendampingi ayahnya dilandasi rasa dendam pada kematian eyangnya (Ronggo) dan ibundanya ketika Raden Ronggo dipaksa menyerah karena memberontak kepada Belanda. Melalui tangan-tangan pangeran Mataram yang sudah dikendalikan oleh Patih Danurejo, maka Raden Ronggo dapat ditaklukkan. Ki Sodewo kecil dan Sentot bersama keluarga bupati Madiun lalu diserahkan ke Keraton sebagai barang bukti suksesnya penyerbuan.

Ki Sodewo yang masih bayi lalu diambil oleh Pangeran Diponegoro lalu dititipkan pada sahabatnya bernama Ki Tembi. Ki Tembi lalu membawanya pergi dan selalu berpindah-pindah tempat agar keberadaannya tidak tercium oleh Belanda. Belanda sendiri pada saat itu sangat membenci anak turun Raden Ronggo yang sejak dulu terkenal sebagai penentang Belanda. Atas kehendak Pangeran Diponegoro, bayi tersebut diberi nama Singlon yang artinya penyamaran.

Keturunan Ki Sodewo saat ini banyak tinggal di bekas kantung-kantung perjuangan Ki Sodewo pada saat itu dengan bermacam macam profesi. Dengan restu para sesepuh dan dimotori oleh keturunan ke 7 Pangeran Diponegoro yang bernama Raden Roni Muryanto, Keturunan Ki Sodewo membentuk sebuah paguyuban dengan nama Paguyuban Trah Sodewo. Setidaknya Pangeran Diponegoro mempunyai 17 putra dan 5 orang putri, yang semuanya kini hidup tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jawa, Sulawesi & Maluku.


Latar Belakang Perang Diponegoro
Perang Diponegoro (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Oorlog), adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock[1] melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. Dalam perang ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. Baik korban harta maupun jiwa. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli sejarah, disebutkan bahwa sekitar 200.000 jiwa rakyat yang terenggut. Sementara itu di pihak serdadu Belanda, korban tewas berjumlah 8.000.

Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa. Setelah kekalahannya dalam Perang Napoleon di Eropa, pemerintah Belanda yang berada dalam kesulitan ekonomi berusaha menutup kekosongan kas mereka dengan memberlakukan berbagai pajak di wilayah jajahannya, termasuk di Hindia Belanda. Selain itu, mereka juga melakukan monopoli usaha dan perdagangan untuk memaksimalkan keuntungan. Pajak-pajak dan praktek monopoli tersebut amat mencekik rakyat Indonesia yang ketika itu sudah sangat menderita.

Untuk semakin memperkuat kekuasaan dan perekonomiannya, Belanda mulai berusaha menguasai kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, salah satu di antaranya adalah Kerajaan Yogyakarta. Ketika Sultan Hamengku Buwono IV wafat, kemenakannya, Sultan Hamengku Buwono V yang baru berusia 3 tahun, diangkat menjadi penguasa. Akan tetapi pada prakteknya, pemerintahan kerajaan dilaksanakan oleh Patih Danuredjo, seseorang yang mudah dipengaruhi dan tunduk kepada Belanda. Belanda dianggap mengangkat seseorang yang tidak sesuai dengan pilihan/adat keraton.

Pada pertengahan bulan Mei 1825, pemerintah Belanda yang awalnya memerintahkan pembangunan jalan dari Yogyakarta ke Magelang lewat Muntilan, mengubah rencananya dan membelokan jalan itu melewati Tegalrejo. Rupanya di salah satu sektor, Belanda tepat melintasi makam dari leluhur Pangeran Diponegoro. Hal inilah yang membuat Pangeran Diponegoro tersinggung dan memutuskan untuk mengangkat senjata melawan Belanda. Beliau kemudian memerintahkan bawahannya untuk mencabut patok-patok yang melewati makam tersebut.

Belanda yang mempunyai alasan untuk menangkap Pangeran Diponegoro karena dinilai telah memberontak, pada 20 Juli 1825 mengepung kediaman beliau. Terdesak, Pangeran beserta keluarga dan pasukannya menyelamatkan diri menuju barat hingga Desa Dekso di Kabupaten Kulonprogo, dan meneruskan ke arah selatan hingga tiba di Goa Selarong yang terletak lima kilometer arah barat dari Kota Bantul. Sementara itu, Belanda —yang tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro— membakar habis kediaman Pangeran.

Pangeran Diponegoro kemudian menjadikan Goa Selarong, sebuah goa yang terletak di Dusun Kentolan Lor, Guwosari Pajangan Bantul, sebagai basisnya. Pangeran menempati goa sebelah Barat yang disebut Goa Kakung, yang juga menjadi tempat pertapaan beliau. Sedangkan Raden Ayu Retnaningsih (selir yang paling setia menemani Pangeran setelah dua istrinya wafat) dan pengiringnya menempati Goa Putri di sebelah Timur.

Setelah penyerangan itu, dimulailah sebuah perang besar yang akan berlangsung 5 tahun lamanya. Di bawah kepemimpinan Diponegoro, rakyat pribumi bersatu dalam semangat “Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati“; sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Selama perang, sebanyak 15 dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro. Perjuangan Diponegoro dibantu Kyai Maja yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan. 

✔ Biografi Bung Tomo

Biografi Bung Tomo Blog tempatnya mengenal Tokoh dan Orang terkenal PAhlawan bangsa Indonesia. untuk menambah Ilmu pengetahuan kita juga memotivasi diri untuk mengambil sisi Positive dari seorang Tokoh dunia Sutomo atau di kenal dengan panggilan Bung Tomo tercatat sebagai pahlawan nasional sejak 2 November 2008 melalui pengukungan oleh Menteri Informasi dan Komunikasi M Nuh. Beliau adalah tokoh popoler pada peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya. 

Ia seorang orator, pembakar semangat juang untuk bertempur sampai titik darah penghabisan, mempertahankan harga diri, tanah air dan bangsa yang telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945.

Untuk lebih dekat lagi pada Bung Tomo dengan membawa semangat nya untuk motivasi Kita jadi lebih baik lagi berikut adalah sedikit kisah Kehidupan bung tomo yang bisa silahkan anda cermati untuntuk mengambil sisi positip supaya kita juga termotivasi.

Sutomo (Surabaya, 3 Oktober 1920 – Makkah, 7 Oktober 1981) atau Bung Tomo adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA dan berakhir dengan peristiwa pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Sutomo pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, ia menjadi staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda.
Ia juga pernah bekerja sebagai polisi di kota Praja dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor untuk perusahaan mesin jahit “Singer”.
 
Sutomo dibesarkan dalam keluarga kelas menengah. Pendidikan menjadi hal penting yang harus diperoleh Sutomo dan keluarganya. Sutomo berkepribadian ulet, pekerja keras, daya juangnya sangat tinggi. Di Usia mudanya Sutomo aktif dalam organisasi kepanduan atau KBI. Ia juga bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Pada 1944 ia anggota Gerakan Rakyat Baru . 

Sejak kedatangan sekutu dan pasukan NICA di Surabaya, Bung Tomo berjuang mati-matian mempertahankan Surabaya dari cengkeraman Sekutu dan NICA. Bung Tomo memiliki pengaruh kuat di kalangan pemuda dan para pejuang. Ia dengan lantang membakar semangat pejuang untuk bertempur habis-habisan melawan pasukan sekutu. Pertempuran tersebut dipicu oleh tewasnya Brigjen AWS Malaby dalam kontak senjata dengan pejuang. Meskipun kekuatan pejuang tidak seimbang dengan kekuatan pasukan sekutu, namun peristiwa pertempuran 10 November tercatat sebagai peristiwa terpenting dalam sejarah bangsa Indonesia

Sekitar tahun 1950-an Bung Tomo mulai aktif dalam kehidupan politik. Ia sempat menjadi Menteri negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 pada kabinet Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga pernah menjadi anggota DPR 1956-1959 dari Partai Rakyat Indonesia. Pada masa pemerintahan orde Baru, Bung Tomo banyak mengkritik kebijakan Soeharto yang dianggapnya mulai melenceng. 

Akibatnya tanggal 11 April 1978 ia ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Soeharto. Padahal jasanya begitu besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Satu tahun setelah di tahan Bung Tomo kemudian di bebaskan dan tidak banyak aktif dalam kehidupan politik.

Bung Tomo dikenal sebagai muslim yang taat beribadah. Beliaupun wafat ketika menunaikan ibadah Haji di padang Arafah Makkah tanggal 7 Oktober 1981.Jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.

✔ Biografi Ismail Marzuki

Ismail Marzuki Biografi Biodata dan Profil Ismail Marzuki Berjuang lewat karya musik dengan karyanya untuk tanah air Indonesia, untuk lebih mengenal dan tahu iapa itu Ismail Marzuki berikut adalah biodatanya semoga bermanfaat dan berkenan menambah ilmu pengetahuan Tentang Biografi pahlawan Indonesia dan untuk megenal jasanya berdoa semoga tuhan menerima amal baik dan menempatkannya di sisinya.

Biografi Ismail Marzuki

Ismail Marzuki adalah sastrawan dan budayawan terkemuka Indonesia, sekaligus komposer besar Indonesia. Untuk menghormati jasa dan karyanya pemerintah mendirikan pusat kebudayaan dan sastra di Salemba Jakarta Pusat yang diberi nama Taman Ismail Marzuki. Pada tahun 2004 dia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden berdasarkan SK No 089/TK/tahun 2004. Ismail Marzuki adalah putra Betawi asli dengan panggilan akrab Maing. Ia menjadi maestro musik dan berpredikat sebagai komponis pejuang legendaris. Lagu-lagu ciptaannya terkenal dan mampu menggugah semangat juang dan jiwa nasionalisme Indonesia.
Nama


Ismail Marzuki
Tanggal lahir 11 Mei 1914
Tempat lahir Kwitang, Senen Jakarta Pusat
Wafat Jakarta Makam Jakarta

Lagu-lagu ciptaan

Aryati, Gugur Bunga, Melati di Tapal Batas (1947),Wanita,Rayuan Pulau Kelapa,Sepasang Mata Bola (1946),Bandung Selatan di Waktu Malam (1948),O Sarinah (1931),Keroncong Serenata,Kasim Baba,Bandaneira,Lenggang Bandung,Sampul Surat,Karangan Bunga dari Selatan,Selamat Datang Pahlawan Muda (1949),Juwita Malam,Sabda Alam,Roselani,Rindu Malam,Indonesia Pusaka, Halo, Halo Bandung


Ismail Marzuki mulai mencipta lagu mulai tahun 1931 dengan lagu pertama berjudul O Sarinah yang menggambarkan suatu kehidupan sebuah bangsa yang tertindas. Setelah itu sekitar 250 lagu berhasil ia ciptakan dalam kurun waktu tahun 1930-1950. Lagu-lagunya memiliki bermacam-macam tema dan aliran musik. Puluhan lagu Ismail Marzuki dirilis ulang oleh artis-artis top hingga kini. Ismail Marzuki terkenal keahliannya membuat lirik lagu yang sederhana namun mempunyai syair yang kuat dan melodius serta tidak lekang oleh waktu. Gelar maestro musik Indonesia pantas disandangnya.

✔ Biografi Adam Malik

Adam Malik Biografi Biodata dan Profil Adam Malik Batubara (lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984 pada umur 67 tahun) adalah mantan Menteri Indonesia pada beberapa Departemen, antara lain ia pernah menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga.


Adam Malik yang dijuluki ''si kancil” ini dilahirkan di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917 dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Semenjak kecil ia gemar menonton film koboi, membaca, dan fotografi. Setelah lulus HIS, sang ayah menyuruhnya memimpin toko 'Murah', di seberang bioskop Deli. Di sela-sela kesibukan barunya itu, ia banyak membaca berbagai buku yang memperkaya pengetahuan dan wawasannya.

Nama : Adam MalikLahir:Pematang Siantar, 22 Juli 1917 - Jakarta, 5 September 1984
Istri:Nelly
Anak:
Lima Orang
Pendidikan:
- Sekolah dasar
- Sekolah agama
- Otodidak
Penghargaan:- Bintang Mahaputera Kelas IV
- Bintang Republik Indonesia Adhi Pradhana II
- Bintang Satya Lencana
Organisasi dan Karir:- Ketua Partai Indonesia di Pematang Siantar dan Medan, (1934-1937)
- Mendirikan Kantor Berita Antara di Jakarta, (13 Desember 1937)
- Anggota Eksekutif Partai Gerindo, (1940-1941)
- Anggota Gerakan Pemuda untuk persiapan kemerdekaan di Jakarta, (1945)
- Anggota Badan Persatuan Perjoangan di Yogyakarta, (1945-1946)
- Deputi dan Badan Eksekutif Harian Komite Nasional Indonesia Pusat, (1945-1947)
- Mendirikan Partai Rakyat, (1946)
- Mendirikan Partai Murba, (1948-1956)
- Dipilih menjadi Anggota DPR, (1956)
- Anggota Dewan Pertimbangan Agung Sementara, (1959)
- Duta Besar Luar Biasa Indonesia untuk Uni Soviet dan Polandia, (28 November 1959)
- Delegasi RI untuk Perundingan Indonesia dengan Belanda Masalah Irian Jaya di Washington AS, (Maret 1962)
- Delegasi RI untuk Perundingan Indonesia dengan Belanda Masalah Irian Jaya di Middleburg AS, (September 1962)
- Anggota Dewan Eksekutif Kantor Berita Antara, (September 1962)
- Menteri Perdagangan di Kabinet Kerja, (13 November 1962)
- Menteri Koordinator Ekonomi, (31 Maret 1965)
- Menteri Luar Negeri ad interim, (18 Maret 1966)
- Menteri Politik dan Sosial/Menteri Luar Negeri, (27 Maret 1966)
- Menteri Luar Negeri Kabinet Ampera, (11 Oktober 1967)
- Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan, (6 Juni 1968)
- United Nations General Assembly New York, (21 September 1971)
- Anggota Independent Commission on International Development Issues (ICIDI), (Oktober 1967) - Ketua MPR DPR, (Oktober 1977-Maret 1978)
- Wakil Presiden RI, (23 Maret 1978)

Adam Malik adalah anak dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Ayahnya, Abdul Malik, adalah seorang pedagang kaya di Pematangsiantar. Adam Malik adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara. Adam Malik menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar. Ia melanjutkan di Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi, namun hanya satu setengah tahun saja karena kemudian pulang kampung dan membantu orang tua berdagang.

Keinginannya untuk maju dan berbakti kepada bangsa mendorong Adam Malik untuk pergi merantau ke Jakarta. Pada usia 20 tahun, ia bersama dengan Soemanang, Sipahutar, Armijn Pane, Abdul Hakim, dan Pandu Kartawiguna memelopori berdirinya Kantor Berita Antara.

Ketika usianya masih belasan tahun, ia pernah ditahan polisi Dinas Intel Politik di Sipirok 1934 dan dihukum dua bulan penjara karena melanggar larangan berkumpul. Adam Malik pada usia 17 tahun telah menjadi ketua Partindo di Pematang Siantar (1934- 1935) untuk ikut aktif memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Keinginannya untuk maju dan berbakti kepada bangsa mendorong Adam Malik merantau ke Jakarta.

Pada usia 20 tahun, Adam Malik bersama dengan Soemanang, Sipahutar, Armin Pane, Abdul Hakim, dan Pandu Kartawiguna, memelopori berdirinya kantor berita Antara tahun 1937 berkantor di JI. Pinangsia 38 Jakarta Kota. Dengan modal satu meja tulis tua, satu mesin tulis tua, dan satu mesin roneo tua, mereka menyuplai berita ke berbagai surat kabar nasional. Sebelumnya, ia sudah sering menulis antara lain di koran Pelita Andalas dan Majalah Partindo.

Di zaman Jepang, Adam Malik aktif bergerilya dalam gerakan pemuda memperjuangkan kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus 1945, bersama Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, Adam Malik pernah melarikan Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk memaksa mereka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Demi mendukung kepemimpinan Soekarno-Hatta, ia menggerakkan rakyat berkumpul di lapangan Ikada, Jakarta. Mewakili kelompok pemuda, Adam Malik sebagai pimpinan Komite Van Aksi, terpilih sebagai Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (1945-1947) yang bertugas menyiapkan susunan pemerintahan. Selain itu, Adam Malik adalah pendiri dan anggota Partai Rakyat, pendiri Partai Murba, dan anggota parlemen.

Akhir tahun lima puluhan, atas penunjukan Soekarno, Adam Malik masuk ke pemerintahan menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Uni Soviet dan Polandia. Karena kemampuan diplomasinya, Adam Malik kemudian menjadi ketua Delegasi RI dalam perundingan Indonesia-Belanda, untuk penyerahan Irian Barat di tahun 1962. Selesai perjuangan Irian Barat (Irian Jaya), Adam Malik memegang jabatan Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965). Pada masanya

semakin menguatnya pengaruh Partai Komunis Indonesia, Adam bersama Roeslan Abdulgani dan Jenderal Nasution dianggap sebagai musuh PKI dan dicap sebagai trio sayap kanan yang kontra-revolusi.

Ketika terjadi pergantian rezim pemerintahan Orde Lama, posisi Adam Malik yang berseberangan dengan kelompok kiri justru malah menguntungkannya. Tahun 1966, Adam disebut-sebut dalam trio baru Soeharto-Sultan-Malik. Pada tahun yang sama, lewat televisi, ia menyatakan keluar dari Partai Murba karena pendirian Partai Murba, yang menentang masuknya modal asing. Empat tahun kemudian, ia bergabung dengan Golkar. Sejak 1966 sampai 1977 ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II / Menlu ad Interim dan Menlu RI.

Sebagai Menlu dalam pemerintahan Orde Baru, Adam Malik berperanan penting dalam berbagai perundingan dengan negara-negara lain termasuk rescheduling utang Indonesia peninggalan Orde Lama. Bersama Menlu negara-negara ASEAN, Adam Malik memelopori terbentuknya ASEAN tahun 1967. Ia bahkan dipercaya menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York. Ia orang Asia kedua yang pernah memimpin sidang lembaga tertinggi badan dunia itu. Tahun 1977, ia terpilih menjadi Ketua DPR/MPR. Kemudian tiga bulan berikutnya, dalam Sidang Umum MPR Maret 1978 terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-3 menggantikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang secara tiba-tiba menyatakan tidak bersedia dicalonkan lagi.

Beberapa tahun setelah menjabat wakil presiden, ia merasa kurang dapat berperan banyak. Maklum, ia seorang yang terbiasa lincah dan aktif tiba-tiba hanya berperan sesekali meresmikan proyek dan membuka seminar. Kemudian dalam beberapa kesempatan ia mengungkapkan kegalauan hatinya tentang feodalisme yang dianut pemimpin nasional. Ia menganalogikannya seperti tuan-tuan kebon.

Sebagai seorang diplomat, wartawan bahkan birokrat, ia seing mengatakan ‘semua bisa diatur”. Sebagai diplomat ia memang dikenal selalu mempunyai 1001 jawaban atas segala macam pertanyaan dan permasalahan yang dihadapkan kepadanya. Tapi perkataan ‘semua bisa diatur’ itu juga sekaligus sebagai lontaran kritik bahwa di negara ini ‘semua bisa di atur’ dengan uang.

Setelah mengabdikan diri demi bangsa dan negaranya, H.Adam Malik meninggal di Bandung pada 5 September 1984 karena kanker lever. Kemudian, isteri dan anak-anaknya mengabadikan namanya dengan mendirikan Museum Adam Malik. Pemerintah juga memberikan berbagai tanda kehormatan.

Referensi :

- http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/adam-malik/index.shtml

✔ Biografi Cut Nyak Dien Biografi

Cut Nyak Dhien, Biografi, Pahlawan Nasional
Biografi Cut Nyak Dien Biodata dan Profil Cut Nyak Dien Blog tempatnya mengenal Tokoh dan Orang terkenal Di dunia. untuk menambah Ilmu pengetahuan kita juga memotivasi diri untuk mengambil sisi Positive dari Pahlawan Indonesia Cut Nyak Dien, lalau bagaimana kah perjalanan beliau dalam memperjuangkan bangasa indonesia dan apa yang dia lakukan untuk indonesia nahhh untuk lebih dekat mengenalnya maka mari kita lebih dekat untuk mengenal Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional Indonesia


Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848, seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh, Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia, seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien merupakan keturunan Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang Lampagar.

Pada masa kecilnya, Cut Nyak Dhien adalah anak yang cantik. Ia memperoleh pendidikan pada bidang agama (yang dididik oleh orang tua ataupun guru agama) dan rumah tangga (memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari-hari yang dididik baik oleh orang tuanya). Banyak laki-laki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berusaha melamarnya. Pada usia 12 tahun, ia sudah dinikahkan oleh orang tuanya pada tahun 1862 dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, putra dari uleebalang Lamnga XIII. Mereka memiliki satu anak laki-laki.

Pada tanggal 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Perang Aceh pun meletus. Pada perang pertama (1873-1874), Aceh yang dipimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Machmud Syah bertempur melawan Belanda yang dipimpin Johan Harmen Rudolf Köhler. Saat itu, Belanda mengirim 3.198 prajurit. Lalu, pada tanggal 8 April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Köhler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman dan membakarnya. Cut Nyak Dhien yang melihat hal ini berteriak:

"Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita dirusak!! Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?"

Kesultanan Aceh dapat memenangkan perang pertama. Ibrahim Lamnga yang bertarung di garis depan kembali dengan sorak kemenangan, sementara Köhler tewas tertembak pada April 1873.

J.B. van Heutsz sedang memperhatikan pasukannya dalam penyerangan di Perang Aceh
Pada tahun 1874-1880, di bawah pimpinan Jenderal Jan van Swieten, daerah VI Mukim dapat diduduki Belanda pada tahun 1873, sedangkan Keraton Sultan jatuh pada tahun 1874. Cut Nyak Dhien dan bayinya akhirnya mengungsi bersama ibu-ibu dan rombongan lainnya pada tanggal 24 Desember 1875. Suaminya selanjutnya bertempur untuk merebut kembali daerah VI Mukim.

Ketika Ibrahim Lamnga bertempur di Gle Tarum, ia tewas pada tanggal 29 Juni 1878. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah akan menghancurkan Belanda.
Teuku Umar, tokoh pejuang Aceh, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak. Namun, karena Teuku Umar mempersilakannya untuk ikut bertempur dalam medan perang, Cut Nyak Dien akhirnya menerimanya dan menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880. Hal ini membuat meningkatnya moral semangat perjuangan Aceh melawan Kaphe Ulanda (Belanda Kafir). Nantinya, Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar memiliki anak yang diberi nama Cut Gambang.

Cut Nyak Dhien, Biografi, Pahlawan Nasional
Perang dilanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi'sabilillah. Sekitar tahun 1875, Teuku Umar melakukan gerakan dengan mendekati Belanda dan hubungannya dengan orang Belanda semakin kuat. Pada tanggal 30 September 1893, Teuku Umar dan pasukannya yang berjumlah 250 orang pergi ke Kutaraja dan "menyerahkan diri" kepada Belanda. Belanda sangat senang karena musuh yang berbahaya mau membantu mereka, sehingga mereka memberikan Teuku Umar gelar Teuku Umar Johan Pahlawan dan menjadikannya komandan unit pasukan Belanda dengan kekuasaan penuh. Teuku Umar merahasiakan rencana untuk menipu Belanda, meskipun ia dituduh sebagai penghianat oleh orang Aceh. Bahkan, Cut Nyak Meutia datang menemui Cut Nyak Dhien dan memakinya. Cut Nyak Dien berusaha menasehatinya untuk kembali melawan Belanda. Namun, Teuku Umar masih terus berhubungan dengan Belanda. Umar lalu mencoba untuk mempelajari taktik Belanda, sementara pelan-pelan mengganti sebanyak mungkin orang Belanda di unit yang ia kuasai. Ketika jumlah orang Aceh pada pasukan tersebut cukup, Teuku Umar melakukan rencana palsu pada orang Belanda dan mengklaim bahwa ia ingin menyerang basis Aceh.

Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien pergi dengan semua pasukan dan perlengkapan berat, senjata, dan amunisi Belanda, lalu tidak pernah kembali. Penghianatan ini disebut Het verraad van Teukoe Oemar (pengkhianatan Teuku Umar). Teuku Umar yang mengkhianati Belanda menyebabkan Belanda marah dan melancarkan operasi besar-besaran untuk menangkap baik Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar. Namun, gerilyawan kini dilengkapi perlengkapan dari Belanda. Mereka mulai menyerang Belanda sementara Jend. Van Swieten diganti. Penggantinya, Jend. Jakobus Ludovicius Hubertus Pel, dengan cepat terbunuh dan pasukan Belanda berada pada kekacauan. Belanda lalu mencabut gelar Teuku Umar dan membakar rumahnya, dan juga mengejar keberadaannya. Dien dan Umar terus menekan Belanda, lalu menyerang Banda Aceh (Kutaraja) dan Meulaboh (bekas basis Teuku Umar), sehingga Belanda terus-terusan mengganti jendral yang bertugas.

Unit "Maréchaussée" lalu dikirim ke Aceh. Mereka dianggap biadab dan sangat sulit ditaklukan oleh orang Aceh. Selain itu, kebanyakan pasukan "De Marsose" merupakan orang Tionghoa-Ambon yang menghancurkan semua yang ada di jalannya. Akibat dari hal ini, pasukan Belanda merasa simpati kepada orang Aceh dan Van der Heyden membubarkan unit "De Marsose". Peristiwa ini juga menyebabkan kesuksesan jendral selanjutnya karena banyak orang yang tidak ikut melakukan jihad kehilangan nyawa mereka, dan ketakutan masih tetap ada pada penduduk Aceh.

Jendral Joannes Benedictus van Heutsz memanfaatkan ketakutan ini dan mulai menyewa orang Aceh untuk memata-matai pasukan pemberontak sebagai informan sehingga Belanda menemukan rencana Teuku Umar untuk menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899. Akhirnya, Teuku Umar gugur tertembak peluru. Ketika Cut Gambang, anak Cut Nyak Dhien, menangis karena kematian ayahnya, ia ditampar oleh ibunya yang lalu memeluknya dan berkata:

Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid

Cut Nyak Dien lalu memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya dan mencoba melupakan suaminya. Pasukan ini terus bertempur sampai kehancurannya pada tahun 1901 karena tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh. Selain itu, Cut Nyak Dien sudah semakin tua. Matanya sudah mulai rabun, dan ia terkena penyakit encok dan juga jumlah pasukannya terus berkurang, serta sulitnya memperoleh makanan. Hal ini membuat iba para pasukan-pasukannya.

Anak buah Cut Nyak Dhien yang bernama Pang Laot melaporkan lokasi markasnya kepada Belanda karena iba. Akibatnya, Belanda menyerang markas Cut Nyak Dien di Beutong Le Sageu. Mereka terkejut dan bertempur mati-matian. Cut Nyak Dhien ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Dhien dipindah ke Sumedang berdasari orang terakhir yang melindungi Dien sampai kematiannya. Namun, Cut Nyak Dhien memiliki penyakit rabun, sehingga ia tertangkap. Dhien berusaha mengambil rencong dan mencoba untuk melawan musuh. Sayangnya, aksi Dhien berhasil dihentikan oleh Belanda. Cut Gambang berhasil melarikan diri ke hutan dan meneruskan perlawanan yang sudah dilakukan oleh ayah dan ibunya.

Cut Nyak Dhien, Biografi, Pahlawan Nasional
Setelah ditangkap, Cut Nyak Dhien dibawa ke Banda Aceh dan dirawat di situ. Penyakitnya seperti rabun dan encok berangsur-angsur sembuh. Namun, Cut Nyak Dien akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, karena ketakutan Belanda bahwa kehadirannya akan menciptakan semangat perlawanan dan juga karena ia terus berhubungan dengan pejuang yang belum tunduk.

Ia dibawa ke Sumedang bersama dengan tahanan politik Aceh lain dan menarik perhatian bupati Suriaatmaja. Selain itu, tahanan laki-laki juga menyatakan perhatian mereka pada Cut Nyak Dhien, tetapi tentara Belanda dilarang mengungkapan identitas tahanan. Ia ditahan bersama ulama bernama Ilyas yang segera menyadari bahwa Cut Nyak Dhien merupakan ahli dalam agama Islam, sehingga ia dijuluki sebagai "Ibu Perbu". Pada tanggal 6 November 1908, Cut Nyak Dhien meninggal karena usianya yang sudah tua. Makam "Ibu Perbu" baru ditemukan pada tahun 1959 berdasarkan permintaan Gubernur Aceh saat itu, Ali Hasan. "Ibu Perbu" diakui oleh Presiden Soekarno sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Cut_Nyak_Dhien

✔ Biografi Mohammad Hatta


Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.


Sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond, ia menyadari pentingnya arti keuangan bagi hidupnya perkumpulan. Tetapi sumber keuangan baik dari iuran anggota maupun dari sumbangan luar hanya mungkin lancar kalau para anggotanya mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin. Rasa tanggung jawab dan disiplin selanjutnya menjadi ciri khas sifat-sifat Mohammad Hatta.

Masa Studi di Negeri Belanda
Pada tahun 1921 Hatta tiba di Negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Tahun 1922, perkumpulan ini berganti nama menjadi Indonesische Vereniging. Perkumpulan yang menolak bekerja sama dengan Belanda itu kemudian berganti nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

Hatta juga mengusahakan agar majalah perkumpulan, Hindia Poetra, terbit secara teratur sebagai dasar pengikat antaranggota. Pada tahun 1924 majalah ini berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Hatta lulus dalam ujian handels economie (ekonomi perdagangan) pada tahun 1923. Semula dia bermaksud menempuh ujian doctoral di bidang ilmu ekonomi pada akhir tahun 1925. Karena itu pada tahun 1924 dia non-aktif dalam PI. Tetapi waktu itu dibuka jurusan baru, yaitu hukum negara dan hukum administratif. Hatta pun memasuki jurusan itu terdorong oleh minatnya yang besar di bidang politik.

Perpanjangan rencana studinya itu memungkinkan Hatta terpilih menjadi Ketua PI pada tanggal 17 Januari 1926. Pada kesempatan itu, ia mengucapkan pidato inaugurasi yang berjudul "Economische Wereldbouw en Machtstegenstellingen"--Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan kekuasaan. Dia mencoba menganalisis struktur ekonomi dunia dan berdasarkan itu, menunjuk landasan kebijaksanaan non-kooperatif.

Sejak tahun 1926 sampai 1930, berturut-turut Hatta dipilih menjadi Ketua PI. Di bawah kepemimpinannya, PI berkembang dari perkumpulan mahasiswa biasa menjadi organisasi politik yang mempengaruhi jalannya politik rakyat di Indonesia. Sehingga akhirnya diakui oleh Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPI) PI sebagai pos depan dari pergerakan nasional yang berada di Eropa.

PI melakukan propaganda aktif di luar negeri Belanda. Hampir setiap kongres intemasional di Eropa dimasukinya, dan menerima perkumpulan ini. Selama itu, hampir selalu Hatta sendiri yang memimpin delegasi.

Pada tahun 1926, dengan tujuan memperkenalkan nama "Indonesia", Hatta memimpin delegasi ke Kongres Demokrasi Intemasional untuk Perdamaian di Bierville, Prancis. Tanpa banyak oposisi, "Indonesia" secara resmi diakui oleh kongres. Nama "Indonesia" untuk menyebutkan wilayah Hindia Belanda ketika itu telah benar-benar dikenal kalangan organisasi-organisasi internasional.

Hatta dan pergerakan nasional Indonesia mendapat pengalaman penting di Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial, suatu kongres internasional yang diadakan di Brussels tanggal 10-15 Pebruari 1927. Di kongres ini Hatta berkenalan dengan pemimpin-pemimpin pergerakan buruh seperti G. Ledebour dan Edo Fimmen, serta tokoh-tokoh yang kemudian menjadi negarawan-negarawan di Asia dan Afrika seperti Jawaharlal Nehru (India), Hafiz Ramadhan Bey (Mesir), dan Senghor (Afrika). Persahabatan pribadinya dengan Nehru mulai dirintis sejak saat itu.

Pada tahun 1927 itu pula, Hatta dan Nehru diundang untuk memberikan ceramah bagi "Liga Wanita Internasional untuk Perdamaian dan Kebebasan" di Gland, Swiss. Judul ceramah Hatta L 'Indonesie et son Probleme de I' Independence (Indonesia dan Persoalan Kemerdekaan).

Bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul Madjid Djojoadiningrat, Hatta dipenjara selama lima setengah bulan. Pada tanggal 22 Maret 1928, mahkamah pengadilan di Den Haag membebaskan keempatnya dari segala tuduhan. Dalam sidang yang bersejarah itu, Hatta mengemukakan pidato pembelaan yang mengagumkan, yang kemudian diterbitkan sebagai brosur dengan nama "Indonesia Vrij", dan kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai buku dengan judul Indonesia Merdeka.

Antara tahun 1930-1931, Hatta memusatkan diri kepada studinya serta penulisan karangan untuk majalah Daulat Ra‘jat dan kadang-kadang De Socialist. Ia merencanakan untuk mengakhiri studinya pada pertengahan tahun 1932.

Kembali ke Tanah Air
Pada bulan Juli 1932, Hatta berhasil menyelesaikan studinya di Negeri Belanda dan sebulan kemudian ia tiba di Jakarta. Antara akhir tahun 1932 dan 1933, kesibukan utama Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk Daulat Ra’jat dan melakukan berbagai kegiatan politik, terutama pendidikan kader-kader politik pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Prinsip non-kooperasi selalu ditekankan kepada kader-kadernya.

Reaksi Hatta yang keras terhadap sikap Soekarno sehubungan dengan penahannya oleh Pemerintah Kolonial Belanda, yang berakhir dengan pembuangan Soekarno ke Ende, Flores, terlihat pada tulisan-tulisannya di Daulat Ra’jat, yang berjudul "Soekarno Ditahan" (10 Agustus 1933), "Tragedi Soekarno" (30 Nopember 1933), dan "Sikap Pemimpin" (10 Desember 1933).

Pada bulan Pebruari 1934, setelah Soekarno dibuang ke Ende, Pemerintah Kolonial Belanda mengalihkan perhatiannya kepada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Para pimpinan Partai Pendidikan Nasional Indonesia ditahan dan kemudian dibuang ke Boven Digoel. Seluruhnya berjumlah tujuh orang. Dari kantor Jakarta adalah Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Bondan. Dari kantor Bandung: Maskun Sumadiredja, Burhanuddin, Soeka, dan Murwoto. Sebelum ke Digoel, mereka dipenjara selama hampir setahun di penjara Glodok dan Cipinang, Jakarta. Di penjara Glodok, Hatta menulis buku berjudul “Krisis Ekonomi dan Kapitalisme”.

Masa Pembuangan
Pada bulan Januari 1935, Hatta dan kawan-kawannya tiba di Tanah Merah, Boven Digoel (Papua). Kepala pemerintahan di sana, Kapten van Langen, menawarkan dua pilihan: bekerja untuk pemerintahan kolonial dengan upah 40 sen sehari dengan harapan nanti akan dikirim pulang ke daerah asal, atau menjadi buangan dengan menerima bahan makanan in natura, dengan tiada harapan akan dipulangkan ke daerah asal. Hatta menjawab, bila dia mau bekerja untuk pemerintah kolonial waktu dia masih di Jakarta, pasti telah menjadi orang besar dengan gaji besar pula. Maka tak perlulah dia ke Tanah Merah untuk menjadi kuli dengan gaji 40 sen sehari.

Dalam pembuangan, Hatta secara teratur menulis artikel-artikel untuk surat kabar Pemandangan. Honorariumnya cukup untuk biaya hidup di Tanah Merah dan dia dapat pula membantu kawan-kawannya. Rumahnya di Digoel dipenuhi oleh buku-bukunya yang khusus dibawa dari Jakarta sebanyak 16 peti. Dengan demikian, Hatta mempunyai cukup banyak bahan untuk memberikan pelajaran kepada kawan-kawannya di pembuangan mengenai ilmu ekonomi, sejarah, dan filsafat. Kumpulan bahan-bahan pelajaran itu di kemudian hari dibukukan dengan judul-judul antara lain, "Pengantar ke Jalan llmu dan Pengetahuan" dan "Alam Pikiran Yunani." (empat jilid).

Pada bulan Desember 1935, Kapten Wiarda, pengganti van Langen, memberitahukan bahwa tempat pembuangan Hatta dan Sjahrir dipindah ke Bandaneira. Pada Januari 1936 keduanya berangkat ke Bandaneira. Mereka bertemu Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Mr. Iwa Kusumasumantri. Di Bandaneira, Hatta dan Sjahrir dapat bergaul bebas dengan penduduk setempat dan memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, tatabuku, politik, dan lain-Iain.

Kembali Ke Jawa: Masa Pendudukan Jepang
Pada tanggal 3 Pebruari 1942, Hatta dan Sjahrir dibawa ke Sukabumi. Pada tanggal 9 Maret 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang, dan pada tanggal 22 Maret 1942 Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta.

Pada masa pendudukan Jepang, Hatta diminta untuk bekerja sama sebagai penasehat. Hatta mengatakan tentang cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka, dan dia bertanya, apakah Jepang akan menjajah Indonesia? Kepala pemerintahan harian sementara, Mayor Jenderal Harada. menjawab bahwa Jepang tidak akan menjajah. Namun Hatta mengetahui, bahwa Kemerdekaan Indonesia dalam pemahaman Jepang berbeda dengan pengertiannya sendiri. Pengakuan Indonesia Merdeka oleh Jepang perlu bagi Hatta sebagai senjata terhadap Sekutu kelak. Bila Jepang yang fasis itu mau mengakui, apakah sekutu yang demokratis tidak akan mau? Karena itulah maka Jepang selalu didesaknya untuk memberi pengakuan tersebut, yang baru diperoleh pada bulan September 1944.

Selama masa pendudukan Jepang, Hatta tidak banyak bicara. Namun pidato yang diucapkan di Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Merdeka) pada tanggaI 8 Desember 1942 menggemparkan banyak kalangan. Ia mengatakan, “Indonesia terlepas dari penjajahan imperialisme Belanda. Dan oleh karena itu ia tak ingin menjadi jajahan kembali. Tua dan muda merasakan ini setajam-tajamnya. Bagi pemuda Indonesia, ia Iebih suka melihat Indonesia tenggelam ke dalam lautan daripada mempunyainya sebagai jajahan orang kembali."

Proklamasi
Pada awal Agustus 1945, Panitia Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dengan Soekamo sebagai Ketua dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua. Anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia, sembilan dari Pulau Jawa dan dua belas orang dari luar Pulau Jawa.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda (JI Imam Bonjol, sekarang), yang berakhir pada pukul 03.00 pagi keesokan harinya. Panitia kecil yang terdiri dari 5 orang, yaitu Soekamo, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti Malik memisahkan diri ke suatu ruangan untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Soekarno meminta Hatta menyusun teks proklamasi yang ringkas. Hatta menyarankan agar Soekarno yang menuliskan kata-kata yang didiktekannya. Setelah pekerjaan itu selesai. mereka membawanya ke ruang tengah, tempat para anggota lainnya menanti.

Soekarni mengusulkan agar naskah proklamasi tersebut ditandatangi oleh dua orang saja, Soekarno dan Mohammad Hatta. Semua yang hadir menyambut dengan bertepuk tangan riuh.
Tangal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia, tepat pada jam 10.00 pagi di Jalan Pengangsaan Timur 56 Jakarta.

Tanggal 18 Agustus 1945, Ir Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. Mohammad Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Soekardjo Wijopranoto mengemukakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden harus merupakan satu dwitunggal.

Periode Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya dari usaha Pemerintah Belanda yang ingin menjajah kembali. Pemerintah Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Dua kali perundingan dengan Belanda menghasilkan Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Reville, tetapi selalu berakhir dengan kegagalan akibat kecurangan pihak Belanda.

Untuk mencari dukungan luar negeri, pada Juli I947, Bung Hatta pergi ke India menemui Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi. dengan menyamar sebagai kopilot bernama Abdullah (Pilot pesawat adalah Biju Patnaik yang kemudian menjadi Menteri Baja India di masa Pemerintah Perdana Menteri Morarji Desai). Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan protes dan resolusi kepada PBB agar Belanda dihukum.

Kesukaran dan ancaman yang dihadapi silih berganti. September 1948 PKI melakukan pemberontakan. 19 Desember 1948, Belanda kembali melancarkan agresi kedua. Presiden dan Wapres ditawan dan diasingkan ke Bangka. Namun perjuangan Rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan terus berkobar di mana-mana. Panglima Besar Soediman melanjutkan memimpin perjuangan bersenjata.

Pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag, Bung Hatta yang mengetuai Delegasi Indonesia dalam Konperensi Meja Bundar untuk menerima pengakuan kedaulatan Indonesia dari Ratu Juliana.

Bung Hatta juga menjadi Perdana Menteri waktu Negara Republik Indonesia Serikat berdiri. Selanjutnya setelah RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bung Hatta kembali menjadi Wakil Presiden.

Periode Tahun 1950-1956
Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).

Pada tahun 1955, Bung Hatta mengumumkan bahwa apabila parlemen dan konsituante pilihan rakyat sudah terbentuk, ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. Niatnya untuk mengundurkan diri itu diberitahukannya melalui sepucuk surat kepada ketua Perlemen, Mr. Sartono. Tembusan surat dikirimkan kepada Presiden Soekarno. Setelah Konstituante dibuka secara resmi oleh Presiden, Wakil Presiden Hatta mengemukakan kepada Ketua Parlemen bahwa pada tanggal l Desember 1956 ia akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. Presiden Soekarno berusaha mencegahnya, tetapi Bung Hatta tetap pada pendiriannya.

Pada tangal 27 Nopember 1956, ia memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam ilmu hukum dari Universitas Gajah Mada di Yoyakarta. Pada kesempatan itu, Bung Hatta mengucapkan pidato pengukuhan yang berjudul “Lampau dan Datang”.

Sesudah Bung Hatta meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, beberapa gelar akademis juga diperolehnya dari berbagai perguruan tinggi. Universitas Padjadjaran di Bandung mengukuhkan Bung Hatta sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian. Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu hukum. Pidato pengukuhan Bung Hatta berjudul “Menuju Negara Hukum”.

Pada tahun 1960 Bung Hatta menulis "Demokrasi Kita" dalam majalah Pandji Masyarakat. Sebuah tulisan yang terkenal karena menonjolkan pandangan dan pikiran Bung Hatta mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia waktu itu.

Dalam masa pemerintahan Orde Baru, Bung Hatta lebih merupakan negarawan sesepuh bagi bangsanya daripada seorang politikus.

Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal l8 Nopember 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka mempunyai tiga orang putri, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah. Dua orang putrinya yang tertua telah menikah. Yang pertama dengan Dr. Sri-Edi Swasono dan yang kedua dengan Drs. Mohammad Chalil Baridjambek. Hatta sempat menyaksikan kelahiran dua cucunya, yaitu Sri Juwita Hanum Swasono dan Mohamad Athar Baridjambek.

Pada tanggal 15 Agustus 1972, Presiden Soeharto menyampaikan kepada Bung Hatta anugerah negara berupa Tanda Kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara.
Bung Hatta, Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Dr Tjipto Mangunkusumo, Jakarta, pada usia 77 tahun dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.

Berikut Biodata dari Mohammad Hatta

Nama : Dr. Mohammad Hatta (Bung Hatta)

Lahir : Bukittinggi, 12 Agustus 1902

Wafat : Jakarta, 14 Maret 1980

Istri : (Alm.) Rahmi Rachim

Anak :

* Meutia Farida
* Gemala
* Halida Nuriah

Gelar Pahlawan : Pahlawan Proklamator RI tahun 1986

Pendidikan :

* Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi (1916)
* Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang (1919)
* Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang), Jakarta (1921)
* Gelar Drs dari Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)

Karir :

* Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919)
* Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
* Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda (1925-1930)
* Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
* Ketua Panitia (PNI Baru) Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
* Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang (April 1942)
* Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (Mei 1945)
* Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (7 Agustus 1945)
* Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
* Wakil Presiden Republik Indonesia pertama (18 Agustus 1945)
* Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (Januari 1948 - Desember 1949)
* Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana (1949)
* Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet Republik Indonesia Serikat (Desember 1949 - Agustus 1950)
* Dosen di Sesko Angkatan Darat, Bandung (1951-1961)
* Dosen di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1954-1959)
* Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi (1969)
* Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila (1975)

Referensi :
http://www.ghabo.com/gpedia/index.php/Mohammad_Hatta

Rabu, 19 Februari 2014

✔ Cara Instal BBM Gingerbread Android Tanpa Root


Cara Instal BBM Gingerbread Android Tanpa Root

BBM For Gingerbread versi Beta ini sudah banyak di coba di perangkat android 2.3 dan berhasil ,saya juga mencoba di android Cross A18,Galyoung,Galchat dll.Bagi yang ingin mencoba silahkan disimak Artikel berikut yang menemui masalh saat loading,login dan server bisa dilihat disini.

Cara instal BBM Android 2.3 Gingerbread Tanpa Root :

1.Pastikan Minimal Anda Telah Menggunakan Android 2.3.3 atau diatasnya.
  • Cara Ceknya : Pengaturan > Tentang Perangkat > Versi Software.

2.Kurangi Aplikasi Yang Memberatkan RAM dan Internal.
  • Aplikasi BBM memakan banyak (RAM) dan Juga (Internal) jadi diusahakan agar menghapus aplikasi tidak penting

3.Koneksi Internet yang sangat Cepat
  • Pastikan Minimal Anda Berada di jaringan 3G kalaupun EDGE Harus Fullbar.saat pertama kali menjalankan Aplikasi BBM

4.Login Dengan Akun Blackberry ID yang sudah Ada
  • Beberapa kendala sering terjadi setelah anda membuat akun BB ID,mengatasinya harus mendaftar dulu [disini...].silahkan login dengan akun Blackberry ID yang sudah dibuat sebelumnya. 
  • ( https://blackberryid.blackberry.com/bbid/createaccount )

5.Mengatasi Loading lama saat Mengatur BBM
  • Cobalah masuk ke Pengaturan > Manager aplikasi > cara aplikasi BBM > Berhenti paksa atau clear data kemudian coba lagi berulang-ulang

Nah jika tidak ada kendala dalam pemasang aplikasi BBM For Gingerbread Beta ini langsung saya bisa download Link di bawah ini:

Download BBM For Gingerbread Tanpa Root (100% Work!) :

Jika Kesulitan Download Di 4Shared saya sediain Link via Datafilehost tanpa login langsung download!

BBM GingerBread Beta! via Datafilehost

Tested : Cross A18,Galaxy Young,Galaxy Chat.
Selamat Mencoba ^^ Kalau Ada Masalah Jangan Segan" Bertanya :)

#sumber: http://unduhdroid.blogspot.com/2014/02/cara-instal-bbm-gingerbread-android.html

✔ Download BBM+ Mod Android Terbaru

Download BBM+ Mod Android Terbaru UnduhDroid Blog

Saya akan share BBM Plus Untuk Android,BBM+ ini selain tampilan nya yg bagus pemakai RAM nya juga sedikit,aplikasi BBM+ ini merupakan Mod dari Aplikasi Official nya.

Download BBM+ Mod Android Terbaru UnduhDroid Blog

Fitur :

- Can be moved to SD Card
- Added Red Rose Theme and Holo Black Theme.
- Latest build of BBM (1.0.2.83)
- Force All Rotation for All Layout!
- New Style Skin, Icon, Background, and Notifications!
- And Much More!

Catatan Penting - Anda perlu meng-uninstall aplikasi resmi BBM terlebih dahulu sebelum Anda menginstal BBM modded ini!.

Download BBM+ Android v.0.1.3.2_rev3 :

[4Shared][Upload : UnduhDroid]

Thank To :
@pigel for Modding BBM
@Kaskus!

Selamat Mencoba :)

#sumber :http://unduhdroid.blogspot.com/2013/12/download-bbm-mod-android-terbaru.html

✔ Cara Membuat Status BBM Warna Warni



Cara Membuat Status BBM Warna Warni dengan Kode HTML

BBM Masih menjadi pilihan untuk Aplikasi Chatting di android,buktinya BBM masih Bertengger di peringkat Pertama Play Store,Sebelumnya BBM update Versi Terbaru v2 dengan banya fitur Baru.
Kali ini saya akan membahas yaitu Membuat Statsu BBM Warna warni dengan bantu HTML contohnya : status dibuat lebih tebal,besar,miring bahkan berubah warnanya

Penarasaran? ini dia caranya :

Huruf Besar
dengan menahbah Tag ini didepat Status <h1>, <h2>, <h3>, <h4>, atau <h5>
Contoh nya : <h1>UnduhDroid


Status Tebal
Status Tebal tinggal menambah tag <b> diawal
contoh nya : <b>UnduhDroid


  • Tag <i> untuk Status Miring
  • Tag <u> untuk status Garis bawah


Status Warna-Warni
Tambahkan tag HTML <font color=XXX> di bagian awal status.
Contoh :
<font color=red>Ini Status Berwarna Merah
XXX bisa diisi dengan tag warna (red, green, blue, dll) atau bisa diisi juga dengan kode warna HTML misalnya #000000, #FFFFFF, #3E3E3E, dan lain sebagainya.
(Bisa di kombinasi kan dengan Kode HTML diatas Ex: <h1><b><font color=red>Unduhdroid )

Catatan :
Ingat,Cara ini hanya bisa di liat di tampilan Update Status saja,dan hanya bisa di BBM For Android

Selemat Mencoba :)

Sumber :http://unduhdroid.blogspot.com/2014/02/cara-membuat-status-bbm-warna-warni.html

✔ Cara Cepat Kecilkan Alexa Rank

Cara Cepat Kecilkan Alexa Rank ~ Salam blogger semuanya, pada kali ini saya akan membahas cara cepat kecilkan alexa rank dan semoga bermanfaat buat kalian semua.
Alexa Rank
Seperti gambar diatas semakin kecil angka alexa rank blog kalian semakin bagus pula, untuk sementara ini master google masih nomer satu dan disusul facebook. Biasanya untuk blog baru maka alexa ranknya masih NO DATA lama kelamaan, 20.000.000, 15.000.000, dan seterusnya. Jika blog anda ramai pengunjung maka akan cepat pula alexa rank blog anda langsing, namun jika hanya mengandalkan pengunjung akan lama rasanya blog anda mendapatkan alexa rank yang kecil, berikut saya akan membagi cara cepat kecilkan alexa rank.
1.Blogwalking
Blogwalking ini sangat berguna mendatangkan pengunjung ke blog anda, sedikit tips blogwalking lah diblog yang paling aktif, dan kalau bisa berkomentar menggunakan OpenID/Name dan URL dan kalau bisa komentar anda mendapatkan posisi paling atas, atau komen anda pertamax.

2.Pasang Alexa Toolbar Di Webbrowser Anda
Alexa rank ini menghitung dengan cara menghitung visitor blog anda yang menggunakan alexa toolbar dengan memasangnya alexa rank di browser anda maka anda bisa memperkecilkan alexa rank blog anda.
Jika anda ingin memasang alexa toolbar anda bisanya mencarinya digoogle dengan kata kunci: "Cara Memasang Alexa Toolbar"

3.Claim Site Alexa Rank Blog Anda
Dengan mengklaim site ini akan mempercepat langsingnya alexa rank blog anda.
Alexa Rank

Jika anda ingin mengklaim site alexa rank blog anda, anda bisa mencarinya digoogle dengan kata kunci: "Cara Claim Site Alexa Rank"
4.Share Artikel Blog Anda Di Sosial Media
Sosial media ini sangat berperan mendatangkan traffik blog anda selain dari search engine seperti google, khususnya blog baru yang masih lemah dalam SERP.
5.Selalu Update Artikel Terbaru

Dengan selalu rajin membuat artikel terbaru bisa meningkat PV, dan dapat melangsingkan alexa rank. Dengan catatan jangan buat artikel bermodalkan ctrl + c dan ctrl + v , hehehe copas gitu. 
Cara diatas sudah saya susun sesuai urutannya, dan kenapa saya taruh selalu update artikel paling bawah, karena blog ini artikelnya juga baru 2 dan alexanya sudah tembus 1 jutaan.
Itu dia cara cepat kecilkan alexa rank, selamat mencoba dan semoga bermanfaat buat blog anda ^_^ .

✔ Cara Memasang Komentar Facebook Responsif

Facebook Comments
Cara Memasang Komentar Facebook Responsif ~ Salam blogger semuanya. Mungkin sobat pernah melihat blog yang ada komentar facebooknya bukan, komentar facebook ini sangat berguna untuk pengunjung jika ingin mengomentari artikel blog anda, dan hampir semua orang bisa berkomentar, karena pengguna facebook ini sangat banyak sekali. Namun komentar facebook ini belum responsif nah pada kali ini saya akan membagikan tutorial "Cara Memasang Komentar Facebook Responsif", sebagai contohnya anda bisa lihat diblog ini. 
Oke langsung saja ketutorialnya:
- Masuk ke blogger >> Template >> Edit HTML

- Cari kode <head> lalu simpan kode dibawah ini tepat dibawahnya:
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><meta content='arif.rachmanhakim4' property='fb:admins'/></b:if>
Ganti kode yang berwarna biru dengan username facebook anda,
contoh: - https://www.facebook.com/arif.rachmanhakim4
yang biru itu username facebook anda.

Meta tag diatas berguna agar anda bisa memoderasi komentar yang masuk.
- Cari kode </body> (ctrl + f untuk memudahkan mencarinya) lalu simpan kode dibawah ini tepat diatasnya:
<script type='text/javascript'>//<![CDATA[$(window).bind("load resize", function(){  var url = location.protocol+'//'+location.host+location.pathname;   var containercm_width = $('#container-commentfb').width();       $('#container-commentfb').html('<div class="fb-comments" ' +    'data-href="'+url+'"' +    ' width="' + containercm_width + '" data-num-posts="10"></div>');    FB.XFBML.parse( );   });//]]></script>
 - Cari kode <div class='post-footer-line post-footer-line-3'/> lalu simpan kode dibawah ini tepat dibawahnya:
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><div id='fb-root'/><script async='async' src='http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1'/>  <div id='container-commentfb' style='width: 100%;height:auto;margin-top:30px;'><fb:comments expr:href='data:post.url' num_posts='5' width='500'/></div></b:if>
Lalu Simpan template, taraa, sudah jadi dan silakan dichek responsifnya.
Selamat mencoba semoga berhasil.


✔ How To Make Floating Button Sosial Media

How To Make Floating Button Sosial Media ~ Salam blogger semuanya. Pada kali ini saya akan membagikan cara membuat Floating Button Sosial Media dan untuk demonya anda bisa lihat diblog ini.
Floating Button Sosial Media
Langsung saja ketutorialnya:
- Masuk keblogger >> Tata Letak >> Tambahkan Gadget >> HTML/Javascript lalu masukan kode dibawah ini:
<style type='text/css'>#widget-social{position:fixed;padding:0;margin:0 auto;left:0px}ul.kompisocial{border:0;list-style:none;overflow:hidden;margin:10px}.kompisocial li{background:none!important;margin-left:4px;padding:0!important}.kompisocial li a {display:block;width:57px;height:57px;background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIuG6slJzq6CD-KG95XwI7d6W8_-jPyY7BTQLd8JUoXOfXTJ_u9au6rscjovWID5alsKyuR3Appo6PDng03bmX5qB_tm-bfYrTEGbML05kubcbczQx_vXPncDKumYt8gf_Ou7qtIrwdRvM/s1600/mixicon.png) no-repeat transparent;text-indent:-99999em!important}.kompisocial li a:hover{padding:0!important}.kompisocial li.rssicon a{background-position:-186px 0;transition:all 400ms ease-in-out}.kompisocial li.gicon a{background-position:-124px 0;transition:all 400ms ease-in-out}.kompisocial li.twicon a{background-position:-62px 0;transition:all 400ms ease-in-out}.kompisocial li.fbicon a{background-position:0 0;transition:all 400ms ease-in-out}.kompisocial li.rssicon a:hover{background-position:-186px -62px}.kompisocial li.gicon a:hover{background-position:-124px -62px}.kompisocial li.twicon a:hover{background-position:-62px -62px;}.kompisocial li.fbicon a:hover{background-position:0 -62px}</style><div id='widget-social'><ul class='kompisocial'><li class='rssicon'><a href='http://feeds.feedburner.com/DekBlogger' rel="nofollow" target='_blank' title='Subscribe by RSS'>RSS</a></li><li class='gicon'><a href='http://plus.google.com/+ArifRachmanHakim' rel="nofollow" target='_blank' title='Follow on Google+'>Google Plus</a></li><li class='twicon'><a href='http://www.twitter.com/Arr_hakim' rel="nofollow" target='_blank' title='Follow on Twitter'>Twitter</a></li><li class='fbicon'><a href='http://www.facebook.com/arif.rachmanhakim4' rel="nofollow" target='_blank' title='Add on Facebook'>Facebook</a></li></ul></div>
Ganti tulisan yang berwarna:
- Jingga dengan link feed burner blog kalian
- Merah dengan link akun google plus kalian
- Biru muda dengan link akun twitter kalian
- Biru dengan link akun facebook anda


Lalu klik simpan.
Selamat mencoba semoga berhasil.
Sumber tutorial: - www.kompiajaib.com

✔ Cara Membuat Artikel Terkait Fast Loading Dan Valid HTML5

 Cara Membuat Artikel Terkait Fast Loading Dan Valid HTML5 ~ Salam blogger semuanya. Artikel terkait ini sangat berguna untuk meningkatkan Pageview blog kita, maka dari itu artikel terkait/Related post banyak dipasang diblog blog. Nah pada kali ini saya akan memberikan tutorial cara membuat artikel terkait yang fastload karena artikel terkait ini hanya judul saja dan tidak menggunakan javascript external dan pastinya Valid HTML5, untuk demonya anda bisa lihat diblog ini.
Related Post
- Masuk keblogger >> Template >> Edit HTML
- Cari kode ]]></b:skin> atau </style> lalu simpan kode CSS dibawah ini tepat diatasnya:
#related-post background:none;width:100%;margin-top:35px;margin-bottom:10px;padding:5px 0 10px 0px}#related-post h4{font-size:150%;text-transform:uppercase;margin:0 0 15px;padding:0;font-weight:normal}#related-post li{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHdhp1MO0q18oulw3rotmZK3aRLejdevp1hX0j-eb1ITV_h7KSViDLykrVFnt242yuZx354C0xoS3_tlbfTKm2OG7meH3_y5PJoAwQMQN7dO6td8kub-OcdktnkSdFvEu8-fwJ4NLdjhY/s1600/icon-new-window.png) no-repeat 1px 5px;color:#2c3e50;text-indent:0;line-height:1.6em;margin:0;padding:0 0 3px 19px}#related-post .widget{margin:0;padding:0}#related-post ul{list-style:none;margin:0;padding:0}
- Cari kode <div class='post-footer-line post-footer-line-1'> lalu simpan kode dibawah ini tepat dibawahnya:
<!-- Related Post Widget Start --><b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>  <div class='related-post' id='related-post'/>  <script type='text/javascript'>  var labelArray = [<b:if cond='data:post.labels'><b:loop values='data:post.labels' var='label'>          &quot;<data:label.name/>&quot;<b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>,</b:if>      </b:loop></b:if>];  var relatedPostConfig = {      homePage: &quot;<data:blog.homepageUrl/>&quot;,      widgetTitle: &quot;&lt;h3&gt;Artikel Terkait:&lt;/h3&gt;&quot;,      numPosts: 5,      titleLength: &quot;auto&quot;,      containerId: &quot;related-post&quot;,      newTabLink: false,      widgetStyle: 1,      callBack: function() {}  };  </script><script type='text/javascript'>/*! Related Post Widget for Blogger by Taufik Nurrohman =&gt; http://gplus.to/tovic */var randomRelatedIndex,showRelatedPost;(function(n,m,k){var d={widgetTitle:&quot;&lt;h4&gt;Artikel Terkait:&lt;/h4&gt;&quot;,widgetStyle:1,homePage:&quot;http://blog.kangismet.net&quot;,numPosts:7,summaryLength:370,titleLength:&quot;auto&quot;,thumbnailSize:72,noImage:&quot;data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAAEAAAABCAIAAACQd1PeAAAAA3NCSVQICAjb4U/gAAAADElEQVQImWOor68HAAL+AX7vOF2TAAAAAElFTkSuQmCC&quot;,containerId:&quot;related-post&quot;,newTabLink:false,moreText:&quot;Baca Selengkapnya&quot;,callBack:function(){}};for(var f in relatedPostConfig){d[f]=(relatedPostConfig[f]==&quot;undefined&quot;)?d[f]:relatedPostConfig[f]}var j=function(a){var b=m.createElement(&quot;script&quot;);b.type=&quot;text/javascript&quot;;b.src=a;k.appendChild(b)},o=function(b,a){return Math.floor(Math.random()*(a-b+1))+b},l=function(a){var p=a.length,c,b;if(p===0){return false}while(--p){c=Math.floor(Math.random()*(p+1));b=a[p];a[p]=a[c];a[c]=b}return a},e=(typeof labelArray==&quot;object&quot;&amp;&amp;labelArray.length&gt;0)?&quot;/-/&quot;+l(labelArray)[0]:&quot;&quot;,h=function(b){var c=b.feed.openSearch$totalResults.$t-d.numPosts,a=o(1,(c&gt;0?c:1));j(d.homePage.replace(/\/$/,&quot;&quot;)+&quot;/feeds/posts/summary&quot;+e+&quot;?alt=json-in-script&amp;orderby=updated&amp;start-index=&quot;+a+&quot;&amp;max-results=&quot;+d.numPosts+&quot;&amp;callback=showRelatedPost&quot;)},g=function(z){var s=document.getElementById(d.containerId),x=l(z.feed.entry),A=d.widgetStyle,c=d.widgetTitle+&#39;&lt;ul class=&quot;related-post-style-&#39;+A+&#39;&quot;&gt;&#39;,b=d.newTabLink?&#39; target=&quot;_blank&quot;&#39;:&quot;&quot;,y=&#39;&lt;span style=&quot;display:block;clear:both;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&#39;,v,t,w,r,u;if(!s){return}for(var q=0;q&lt;d.numPosts;q++){if(q==x.length){break}t=x[q].title.$t;w=(d.titleLength!==&quot;auto&quot;&amp;&amp;d.titleLength&lt;t.length)?t.substring(0,d.titleLength)+&quot;&amp;hellip;&quot;:t;r=(&quot;media$thumbnail&quot; in x[q]&amp;&amp;d.thumbnailSize!==false)?x[q].media$thumbnail.url.replace(/\/s[0-9]+(\-c)?/,&quot;/s&quot;+d.thumbnailSize+&quot;-c&quot;):d.noImage;u=(&quot;summary&quot; in x[q]&amp;&amp;d.summaryLength&gt;0)?x[q].summary.$t.replace(/&lt;br ?\/?&gt;/g,&quot; &quot;).replace(/&lt;.*?&gt;/g,&quot;&quot;).replace(/[&lt;&gt;]/g,&quot;&quot;).substring(0,d.summaryLength)+&quot;&amp;hellip;&quot;:&quot;&quot;;for(var p=0,a=x[q].link.length;p&lt;a;p++){v=(x[q].link[p].rel==&quot;alternate&quot;)?x[q].link[p].href:&quot;#&quot;}if(A==2){c+=&#39;&lt;li&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;related-post-item-thumbnail&quot; src=&quot;&#39;+r+&#39;&quot; width=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot; height=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot;&gt;&lt;a class=&quot;related-post-item-title&quot; title=&quot;&#39;+t+&#39;&quot; href=&quot;&#39;+v+&#39;&quot;&#39;+b+&quot;&gt;&quot;+w+&#39;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;related-post-item-summary&quot;&gt;&lt;span class=&quot;related-post-item-summary-text&quot;&gt;&#39;+u+&#39;&lt;/span&gt; &lt;a href=&quot;&#39;+v+&#39;&quot; class=&quot;related-post-item-more&quot;&#39;+b+&quot;&gt;&quot;+d.moreText+&quot;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&quot;+y+&quot;&lt;/li&gt;&quot;}else{if(A==3||A==4){c+=&#39;&lt;li class=&quot;related-post-item&quot; tabindex=&quot;0&quot;&gt;&lt;a class=&quot;related-post-item-title&quot; href=&quot;&#39;+v+&#39;&quot;&#39;+b+&#39;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;related-post-item-thumbnail&quot; src=&quot;&#39;+r+&#39;&quot; width=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot; height=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;related-post-item-tooltip&quot;&gt;&lt;a class=&quot;related-post-item-title&quot; title=&quot;&#39;+t+&#39;&quot; href=&quot;&#39;+v+&#39;&quot;&#39;+b+&quot;&gt;&quot;+w+&quot;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&quot;+y+&quot;&lt;/li&gt;&quot;}else{if(A==5){c+=&#39;&lt;li class=&quot;related-post-item&quot; tabindex=&quot;0&quot;&gt;&lt;a class=&quot;related-post-item-wrapper&quot; href=&quot;&#39;+v+&#39;&quot; title=&quot;&#39;+t+&#39;&quot;&#39;+b+&#39;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;related-post-item-thumbnail&quot; src=&quot;&#39;+r+&#39;&quot; width=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot; height=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;related-post-item-tooltip&quot;&gt;&#39;+w+&quot;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&quot;+y+&quot;&lt;/li&gt;&quot;}else{if(A==6){c+=&#39;&lt;li&gt;&lt;a class=&quot;related-post-item-title&quot; title=&quot;&#39;+t+&#39;&quot; href=&quot;&#39;+v+&#39;&quot;&#39;+b+&quot;&gt;&quot;+w+&#39;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;related-post-item-tooltip&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;related-post-item-thumbnail&quot; src=&quot;&#39;+r+&#39;&quot; width=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot; height=&quot;&#39;+d.thumbnailSize+&#39;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;related-post-item-summary&quot;&gt;&lt;span class=&quot;related-post-item-summary-text&quot;&gt;&#39;+u+&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&quot;+y+&quot;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&quot;}else{c+=&#39;&lt;li&gt;&lt;a title=&quot;&#39;+t+&#39;&quot; href=&quot;&#39;+v+&#39;&quot;&#39;+b+&quot;&gt;&quot;+w+&quot;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&quot;}}}}}s.innerHTML=c+=&quot;&lt;/ul&gt;&quot;+y;d.callBack()};randomRelatedIndex=h;showRelatedPost=g;j(d.homePage.replace(/\/$/,&quot;&quot;)+&quot;/feeds/posts/summary&quot;+e+&quot;?alt=json-in-script&amp;orderby=updated&amp;max-results=0&amp;callback=randomRelatedIndex&quot;)})(window,document,document.getElementsByTagName(&quot;head&quot;)[0]);       </script></b:if>
Dan simpan template anda, selamat mencoba semoga berhasil.